Walau jauh di dalam hati, kita tahu bahwa dia tidak bakal minta maaf. Mungkin bukan karena dia tidak mau, tapi karena gengsi atau bisa jadi karena dia tidak tahu bahwa kita telah begitu terluka karena sikapnya.

Kaum wanita sering memendam kemarahan yang seolah tiada berakhir terhadap pasangannya. Kaum kita menuntut jalan penyelesaian yang mustahil. Intinya, tidak ada kata minta maaf, maka tidak ada hubungan. Dan, bodohnya walau salah, kita seringkali tetap saja mempertahankan tuntutan ini.
Namun, coba tanyakan pada diri kita masing-masing, mau sampai kapan kita terus begitu?! Terus menerus bergumul dengan kemarahan, kecewa, dan tuntutan yang tidak masuk akal. Bila terus begini, maka dapat dipastikan bahwa ekspresi kita benar-benar jelek saat ini. Tidak ada kebahagiaan yang terpancar karena yang di dalam hanya berisi hal-hal pahit.
Kenyataannya, pria memang sukar minta maaf karena gengsi. Sebagai wanita, kiat mungkin sulit menerima hal itu. "Enak saja. Sudah berbuat salah, tidak mau minta maaf.." mungkin demikianlah keluh seorang wanita yang merasa dirinya benar namun ditindas.
Tapi, sayangnya, itulah kenyataannya. Pria memang sukar minta maaf. Jangankan dalam keadaan 'hubungan dingin' seperti sekarang, dalam keadaan normal pun, mereka susah melakukannya. Gengsi seolah berhasil membawa pria jauh dari kata "maaf".
Kekecewaan karena merasa diperlakukan tidak adil bisa membuat seorang wanita yang dulunya punya hati nurani berubah jadi dingin. Namun, kita tak mungkin menimpakan kesalahan pada semua orang yang pernah menyakiti hati kita bukan?!
Bagaimana pun pahitnya kenyataan yang ada, kita tetap bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Jika kita dilukai, kita selalu mempunyai pilihan, apakah mau melukai balik alias balas dendam, atau melakukan hal yang benar dengan memaafkannya.
Jika kita memilih melukai balik, maka kita kalah akan yang namanya kejahatan. Kita jadi tak ada bedanya, sama jahatnya dengan ia yang melukai.
Namun, jika kita bersedia memaafkan walau si dia belum minta maaf, maka kita menang atas ego diri kita sendiri. Dan hasilnya, kebahagiaan dan kelegaan yang akan kita rasakan, karena tak ada beban luka lagi yang harus kita pikul.
Terima kasih telah membaca artikel Cara Menyelesaikan Pertengkaran dengan Pacar, semoga Anda gag kudet lagi, karena kudet itu memalukan! Sekian mas dan mbak bro!